Strategi Negara Dunia Hadapi Ancaman Virus Corona

BERITA LIVE-

Virus corona hampir tersebar ke sejumlah negara. Virus ini pertama kali muncul di Kota Wuhan, China. Belum ada penelitian lebih lanjut soal penyebab virus corona, namun diduga virus tersebar dari hewan yang menular ke manusia.

Kini virus sudah tersebar ke Korea Selatan, Thailand, bahkan Amerika Serikat dan Rusia. Untuk mencegah virus tersebar lebih luas, tiap negara memiliki strategi agar virus corona tak menular ke masyarakat di negaranya. Berikut ulasannya:

Ilmuwan Amerika Ciptakan Vaksin

Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang mulai tertular virus corona. Pria yang dilaporkan terjangkit virus itu berusia 30-an tahun dan dia baru kembali dari Wuhan pada 15 Januari lalu.

“Pasien itu mendatangi fasilitas medis di Negara Bagian Washington dan dia kini dirawat di sana,” kata pernyataan CDC, Rabu (22/1).

Lembaga Kesehatan Nasional tengah berupaya mencegah corona tersebar di AS. Namun membutuhkan waktu lebih dari satu tahun hingga vaksin benar-benar tersedia.

Terpisah, ilmuwan dari Texas, New York, dan China juga tengah mencoba menciptakan vaksin, kata Dr Peter Hotez, pakar vaksin dari Baylor College of Medicine, Houston. Namun tantangannya cukup besar.

“Pelajaran yang kami dapatkan bahwa infeksi virus corona cukup serius dan salah satu ancaman kesehatan dunia yang terbaru dan terbesar,” jelasnya, Kamis (23/1).

Pengamanan di Bandara

Setiap negara melakukan pencegahan agar virus corona tak menular di negaranya. Dari Thailand, Hong Kong dan Korea Selatan, hingga Australia pemerintah setempat menerapkan “travel alert” terhadap penumpang dari China, untuk mewaspadai virus corona baru. Hari ini ilmuwan China mengatakan virus corona itu dipastikan bisa menular antar-manusia.

Sejauh ini pihak berwenang Thailand telah memberlakukan pemindaian termal wajib bagi penumpang yang datang dari daerah berisiko tinggi di bandara China di Bangkok, Chiang Mai, Phuket dan Krabi.

“Penumpang itu akan diperiksa tanpa pengecualian,” ujar Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul

Indonesia juga melakukan hal yang sama. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto melakukan berbagai antisipasi mencegah masuknya virus baru menyebabkan wabah SARS dan MERS ke Indonesia. Terawan mengaku telah memerintahkan bawahannya untuk menjaga ketat jalur masuk RI, seperti bandara dan pelabuhan.

“Semua bandara, semua pelabuhan waspada,” katanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/1).

Selain itu, AS, Korea Selatan, Australia hingga Rusia juga melakukan pemeriksaan di bandara-bandara internasional.

Hindari Konsumsi Daging Mentah

Para ilmuwan WHO meyakini virus ini berasal dari hewan dan kemudian menyebar ke manusia. Jadi pejabat kesehatan merekomendasikan untuk memasak daging dan telur sampai benar-benar matang. Demikian dikutip dari CNN, Kamis (23/1).

Orang dengan kondisi kurang sehat harus menghindari pasar hewan hidup dan daging mentah. Orang yang dengan kondisi kurang sehat, kata WHO, dianggap berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah.

Hindari Kontak dengan Orang yang Menunjukkan Gejala Corona

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hindari kontak dengan orang yang menunjukkan gejala sakit pernapasan seperti batuk dan bersin-bersin.

Gejala lain dari virus corona ini termasuk demam dan sesak napas. Kasus yang parah dapat menyebabkan pneumonia, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Pasang Alat Deteksi Suhu Tubuh

Untuk mencegah virus corona dari Wuhan, China ke Pulau Bali, dua alat pemindai suhu tubuh atau thermoscanner telah dipasang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Kepala Bidang Upaya Kesehatan Lintas Wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, Putu Alit Sudarma menyampaikan, dua alat itu sudah dipasang di kedatangan internasional di Gate 16 dan 17 Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

“Untuk cara kerjanya, dia memindai suhu orang yang lewat, suhunya di atas 38 derajat itu terdeteksi dan kita melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kita isolasi dan langsung dibawa ke RSUP Sanglah,” kata Sudarma, saat dihubungi Rabu (22/1).

Sudarma juga menyampaikan, bahwa untuk alat itu awalnya hanya difokuskan untuk para penumpang dari kota Wuhan, China. Tetapi, saat ini sudah difokuskan ke seluruh penumpang dari China karena sudah merebak.

Penutupan Kota Wuhan

Pemerintah China pada Kamis pagi (23/1) menutup Wuhan – kota dengan lebih dari 11 juta penduduk dan pusat penyebaran virus corona. Pemerintah membatalkan keberangkatan pesawat dan kereta api, dan menangguhkan keberangkatan bus, kereta bawah tanah, dan feri.

Pengumuman itu, dibagikan di media pemerintah China hanya beberapa jam sebelum diberlakukan. Sehari sebelumnya, pihak berwenang mendesak orang-orang untuk tidak melakukan perjalanan ke atau dari kota tersebut.

Pihak berwenang China mengatakan penutupan tersebut diperlukan agar secara efektif bisa menghentikan penularan virus, menghentikan penyebaran epidemi, dan memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Selanjutnya pemerintah China akan mengumumkan sampai kapan penutupan ini akan berlangsung.

Penyemprotan Disinfektan

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di Stasiun Kereta Api Yingtan di Nanchang di Provinsi Jiangxi Tengah, China (22/1/2020). Penyemprotan ini dilakukan untuk mencegah virus corona menyebar ke kota lain. China juga telah melarang kereta api dan pesawat terbang meninggalkan kota yang menjadi wabah virus corona pada 23 Januari 2020.

(Sl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *