Suka Membetulkan Bahasa Orang Lain? Barangkali Kamu Punya Masalah Kepribadian

BERITA LIVE – Saat ini di media sosial sering kita orang – orang yang memilki tendensi sangat besar dalam membetulkan kesalahn orang lain. Ssesorang dengan kebiasaan yang sering disebut sebagai grammar Nazi mudah kita jumpai di mana saja bahkan di sekitar kita. Malah mungkin saja hal ini dilakukan oleh diri kita sendiri.

Tahu kah kamu bahwa ternyata kebiasaan untuk membetulkan salah kata, salah ketik, dan lain sebagainya ini jadi penanda adalah masalah mental pada seseorang. Dilansir dari sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang – orang dengan kecenderungan ini cenderung memilki kepribadian yang tidak mudah menerima kesalahan.

Sebuah tes psikologi menyebut bahwa orang – orang yang biasa di sebut grammar Nazi ini cenderung tidak begitu terbuka. Selain itu, mereka juga cenderung menilai orang lain dari kesalahn yang diperbuatnya.

Penelitian ini mencoba melihat bagaiaman orang secara personal merepons salah ketik dan kesalahan gramatikal.

Penelitian ini merupakan yang pertama menunjukan bahwa sifat atau kepribadian dari pemabaca atau pendegar memiliki efek terhadap interpretasi bahasa.

Pada eksperimen ini, kami memperlajari penelitian peneilaian sosial yang dibuat pembaca terhadap penulis.

Untuk penelitian ini, Boland dan timnya meminta 83 partisipan untuk membaca respons email baik yang tak memilki kesalahan maupun terdapat kesalahan. Mereka kemudian secara individu menilai orang yang menulis email tersebut berdasar prasangka mereka mengenai kecerdasan, kemarahan atau hal lain seperti bagaiaman mereka memperlakukan orang lain.

Setelah menjawab sejumlah pertanyaa, peneliti kemudian meminta partisipan untuk mengisi pengukuran kepribadian. Mereka diminta untuk menilai keterbukaan, kesetujuan.

Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh pasrtisipan memikirkan bahwa orang yang menulis email dengan keslaahn memilki kepribadian lebih buruk dibanding mereka yang menulis tanpa kesalahan. Untuk penelitian ini, partisipan juga dibagi dalam kelompok untuk memhamai kepribadian mereka.

Orang dengan kepribadian ekstrovert diketahui cenderung mengesampingkan kesalahan tata bahasa dan ketik tersebut. Sedangkan orang yang introvet cednerung mengadili orang secara negatif karena kesalahan yang dilakukan.

Orang – orang dengan kesalahan lebih baik namun tidak begitu terbuka cenderung lebih sensitif dengan salah ketik. Sedangkan partisipan yang memilki kepribadian tak mudah setuju dengan orang lain cenderung lebih terganggu dengan eksalahan tata bahasa. Peneliti berharap temuan mereka ini bisa membantu upaya lebih lanjut dalam mengalisis dan memahami bagaiaman orang melakukan komunikasi atau salah berkomunikasi secara online.

{CR}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *