Suku Bunga Acuan Sulit Turun BI Ungkap Alasan!

BERITA LIVE – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Erwin Rijanto mengungkap alasan bank sentral sulit memangkas suku bunga acuan. Menurutnya, keputusan tersebut perlu memperhitungkan sejumlah hal, salah satunya inflasi.

“(Inflasi) ini salah satu ukuran kami apakah kami bisa memiliki keluwesan untuk menurunkan (suku bunga acuan),” kata Erwin saat melakukan rapat kerja (raker) terkait strategi dan program kerja BI 2019-2020 dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (11/11).

Ketika suku bunga rendah, semakin banyak pihak yang meminjam uang dan memicu peningkatan jumlah uang beredar. Kondisi itu berisiko mengerek inflasi.

Selain inflasi, menurut Erwin, BI juga memperhitungkan porsi dana dari pihak asing dalam Surat Berharga Negara (SBN) yang cukup besar, yaitu 37 persen. Begitu juga dana milik pihak asing di pasar modal porsinya mencapai 50 persen.

SBN merupakan surat pengakuan utang yang telah dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara. Apabila nilai tersebut rendah akibat suku bunga yang kecil, otomatis pendapatan negara pun berkurang.

Tak hanya itu, Erwin mengatakan BI juga harus mengkaji dan membandingkan nilai suku bunga Indonesia dengan negara berkembang lainnya seperti India, Filipina dan Malaysia. Sebab, dengan suku bunga acuan yang lebih rendah, otomatis imbal hasil yang diberikan Indonesia akan rendah.

Hal itu berisiko memicu pelarian modal (capital outflow) yang dapat menekan nilai tukar.

“Kami tidak bisa menurunkan begitu saja (suku bunga acuan) sehingga kami mungkin kalah dengan negara peer kita. Jangan sampai capital outflow ke negara-negara tersebut,” ungkapnya.
(AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *