Supir Colt Diesel Ditemukan Tewas Didalam Kendaraanya

BERITALIVE-Mendadak geger telah ditemukan seorang sopir colt diesel tewas dalam keadaan posisi telentang di jok kendaraannya pada saat sedang memakirkan di depan rumah makan. diketahui bahwa Pria tersebut bernama Petria Sitepu (42) warga dari Desa Jandi Meriah, Kec. Tiga Nderket, Kab Karo. diduga bahwa motif kematiaanya karena mempunyai penyakit yang sedang dideritanya.

Data yang telah diterima dari pihak kepolisian, pagi dengan mengemudikan truk colt diesel BK 9953 SF bermuatan jagung berangkat dari Tiga Nderket menuju ke Medan. Meski memang awalnya kondisi kesehatannya sudah kurang fit, korban tetap melanjutkan perjalanannya seorang diri.

Pada malam harinya setelah mengantarkan muatan jagung yang akan dibawanya itu, korban pun singgah ke warung kopi milik Juslin Sinaga kawasan Bandar Baru. dalam warung kopi tersebut, korban masih bisa terlihat  meminum kopi bersama teman-temannya sesama sopir truk.

Dan  juga pada pukul 21.00 WIB, karena mengalami kelelahan, korban juga istirahat di dalam truknya sebentar untuk menghilangkan rasa lelah, sebelum melanjutkan perjalanan pulang. pagi sekitar pukul 07.00 WIB, pemilik warung langsung merasa curiga, dikarenakan  korban tidak keluar dari kendaraanya dan tetap berada didalam kendaraanya tersebut.

Kemudian saksi pun memberanikan diri untuk mencoba mengintip dari kaca truk, dan saksi-saksi tersebut telah melihat korban sudah tak bergerak lagi dalam posisi telentang di jok truknya. Seketika itu juga, saksi langsung cepat bergergas melaporkan kasus ini kepada polisi Bandar Baru dan diteruskan ke Polsek Pancur Batu.

Tak lama kemudian, petugas Polsek Pancur Batu dipimpin Pawas Ipda Sehat Sinulingga turun ke lokasi kejadian melakukan penyelidikan dan olah TKP. Setibanya di TKP, petugas dari pihak kepolisian membuka paksa pintu truk, agar bisa melakukan evakuasi jasad korban ke Puskesmas Bandar Baru.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis, diketahui bahwa penyebab kematian korban karena penyakit yang dideritanya, dan bukan akibat penganiayaan. Sebab, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di sekitar tubuh korban.

Kemudian, jasad korban diserahkan kepada keluarganya untuk disemayamkan ke rumah duka, setelah sebelumnya pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak keberatan untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban.

Pihak dari kepolisan pun menyatakan bahwa pria tersebut mati bukan karena penganiayaan tetapi melaikan karena menderita penyakit sesak nafas.“Atas permintaan dari keluarganya korban, jasad korban tidak diotopsi dan langsung disemayamkan ke rumah duka,” ujar dari pihak kepolisian

RW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *