Susu Bubuk atau Cair, Mana Yang Lebih Baik?

Berita Live – selama ini masyarakat mengenal dua jenis susu, yaitu susu bukuk dan cair. Lantas dari kedua jenis susu tersebut, mana yang lebih baik untuk dikonsumsi?

Menurut ahli gizi Prof Hardinsyah, konsumsi susu bukuk atau cair sebenarnya tergantung masing – masing orang.

Tergantung orangnya butuh apa,” ujar Hardinsyah saat ditemui di bilangan Kebayoran, Jakarta  Selatan.

“Ada yang lebih suka minum susu yang ada aroma sapinya sedikit. Ya, dia bisa saja susu murni cair. Ada juga orang yang tidak suka aroma sapi, bisa pilih bubuk. Itu terserah pilihan mereka.”

Yang perlu diketahui, susu segar murni memiliki kandungan rendah zat besi. Namun, ada susu cair yang sudah melalui fortifikasi dengan penambahan zat gizi seperti zat besi, asam folat, vitamin A dan D.

Serupa dengan susu cair, susu bubuk juga ada yang diperkaya nutrisi. Penambahan zat gizi pada susu bubuk maupun cair memperkaya kelengkapan asupan gizi pada tubuh.

Susu Terbaik

Hasil gambar untuk susu cair

Menurut Hardinsyah, susu terbaik adalah sesuai keinginan dan selera karena susu sebagai salah satu pelengkap untuk hidup sehat.

“Dibutuhkan rasa senang untuk menjalankannya (minum susu), bukan dengan tertekan,” ujar pria yang baru-baru ini diangkat sebagai Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Asia ini.

Di sisi lain, proses pembuatan susu bubuk melewati proses pengayaan. Pada proses tersebut, berbagai vitamin, makro dan mikronutrien dimasukan ke dalam susu. Hal itu mengembalikan gizi yang kemungkinan hilang selama proses produksi.

“Oleh karena itu, biasakan baca label. Belajar baca label kemasan yang ada komposisi produknya. Walaupun susu bubuk melewati proses panjang, tetap saja ada proses pengembalian zat-zat dengan fortifikasi,” Hardinsyah menerangkan.

Tahan Lama Disimpan

 Gambar terkait

Hardiansyah juga menambahkan, susu bubuk biasanya bertahan lama disimpan ketimbang susu cair. Awet tersebut bukan semata – mata karena penambahan pengawet. Melainkan ada peran dari teknologi canggih pengering. Jika dikeringkan dan di hilangkan kadar airnya, maka akan jadi bertahan lama.

“ sama seperti tepung beras dengan nasi, awet yang mana? Tentunya tepung lebih awet. Karena kadar air yang rendah itu tepung, sementara nasi kan basah. Jadi, dapat bertahan lama itu bukan karena pengawet, tapi sifatnya kering, makanya awet,” tutup Hardinsyah (CP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *