Syamsul Tega Bunuh Neneknya Hanya Karena Masalah Sepele Ini

 

BERITA LIVE – Karena tidak diberi uang, Syamsul Rijal (25) tega membunuh neneknya yang sudah berusia 83 tahun bernama Napisah Pagau, warga jl Kartini No 20, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Jumat malam, (15/9) pukul 21.30 wita. Nenek renta ini tewas dengan tiga luka di bagian dada dan perut.

Syamsul yang beralamat jl Pampang, Kecamatan Panakkukang, Makassar sempat melarikan diri usai melakukan aksi sadis itu. Namun tak berapa lama, pelaku yang penuh tato itu akhirnya diringkus.

Kapolres Bulukumba AKBP Anggi Naulifar Siregar yang dikonfirmasi, Sabtu (16/9) membenarkan kasus tersebut bahwa pelakunya adalah cucu korban yang sehari-harinya hanya seorang pengangguran.

Syamsul Rijal tertangkap pada Sabtu (16/9) pukul 03.00 WITA di rumah orang tuanya di Jalan Kandea, Makassar.

Dia tidak melawan saat dibekuk polisi dari satuan Reskrim Polres Bulukumba, dipimpin Kepala Satuan Reskrim (Kasat) Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Deki Marizal.

“Kita giring ke Mapolsek Bontoala kemudian dibawa ke Bulukumba. Pelaku kini diiterogasi di Mapolsek Ujung Bulu, Bulukumba,” kata Deki.

Selama ini mendiang Napisah tinggal sendiri di rumahnya di Jalan Kartini Nomor 20, Kelurahan Betenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tetangga sempat mendengar keributan di rumah Napisah. Mereka kemudian curiga lantas mendatangi rumah nenek Napisah. Saat itulah nenek Napisah ditemukan bersimbah darah dan sudah meninggal. Mereka kemudian melapor ke Babinkamtibmas.

“Usai dapat laporan, kami langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Dari lokasi kejadian ini kita temukan sebilah badik di dalam selokan di samping rumah nenek Napisah,” ujar Deki.

Hasil interogasi sementara, kata Deki, motif pembunuhan itu adalah pelaku kesal saat tidak diberi uang. Syamsul juga meminta cincin batu peninggalan tapi juga ditolak. Pelaku sudah berada di Bulukumba sehari sebelum kejadian, dan menyiapkan sebilah badik dibawa dari Makassar.

Setelah membunuh, Syamsul langsung lari ke warung penjual nasi goreng di sebelah rumah sang nenek Napisah. Di sana terparkir sebuah sepeda motor milik pengunjung warung. Kendaraan itu dia gunakan buat kabur ke Makassar.

Atas perbuatannya, pelaku terancam pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman pidana 15 tahun penjara , junto pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana penjara 20 tahun. (cc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *