Tega perkosa kekasih sampai empat kali, Aldo dijebloskan ke penjara

BERITALIVE  РAldo Aprila (19), warga Samarinda Utara, Kalimantan Timur, kini meringkuk di penjara. Aldo ditetapkan jadi tersangka atas dugaan 4 kali memerkosa seorang anak perempuan di bawah umur yang masih duduk di bangku SMK.

Aldo ditangkap menyusul laporan orangtua korban ke Polresta Samarinda, pada Rabu (29/11) lalu kemudian sehari berikut diciduk polisi. Sebenarnya hubungan antara pelaku dan korban merupakan sepasang kekasih yang telah berpacaran 10 bulan terakhir ini.

Namun beberapa waktu belakangan, korban terlihat murung saat berada di rumah. Hal tersebut membuat kedua orangtuanya curiga. Namun setelah dilakukan pendekatan persuasif, korban akhirnya bercerita.

“Korban mengaku kepada orangtuanya, disetubuhi empat kali di waktu berbeda, tempat yang berbeda,” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono, dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (1/12).

Dari laporan itu, polisi melakukan penyelidikan, hingga akhirnya mengamankan Aldo, di rumahnya, di kawasan Samarinda Utara. Kepada penyidik, Aldo mengutarakan perbuatannya itu.

“Pertama kali melakukan itu, tanggal 4 April di asrama sekolah yang ditempati korban. Hingga korban mengalami pendarahan saat buang air kecil,” ujar Sudarsono.

“Padahal korban sudah berontak, dan memukul pelaku. Tapi pelaku ini belakangan tetap melakukan perbuatannya,” ujar Sudarsono.

Pencabulan kedua hingga keempat dilakukan sepanjang Agustus 2017 lalu, dilakukan di rumah korban, yang juga tinggal di kawasan Samarinda Utara.

“Dari perbuatan yang pertama, pelaku terus meminta hingga 4 kali. Padahal korban terus menolak, melawan,” terang Sudarsono.

Perbuatan itu, nyaris dilakukan kelima kalinya oleh pelaku terhadap korban. Ajakan berhubungan intim yang diutarakan pelaku, gagal setelah korban mengaku telat datang bulan.

“Korban bilang itu (telat datang bulan), pelaku mengurungkan niatnya,” ungkap Sudarsono.

Aldo kini dijebloskan ke penjara. Polisi mengamankan barang bukti pakaian dalam milik korban, untuk memperkuat berkas penyidikan.

“Kita jerat pelaku dengan pasal 82 Undang-undang Perlindungan Anak. Terkait dugaan ada lokasi lain yang dilakukan tersangka, masih kita kembangkan,” demikian Sudarsono.

SC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *