Tentang Kucing, Anjing, dan Agama

BERITALIVE- Baksos steril seperti kucing di permulaan 2017 lalu menyatukan kembali teman lama yang telah puluhan tahun tak sua. Sebut saja teman saya itu Tina. Kami sama-sama bersekolah di suatu Sekolah Dasar (SD) Islam di wilayah Pos Pengumben, Jakarta Selatan. Meski alamat rumah kami tak terlalu berjauhan, sejak lulus SD hingga usia saya kini menjelang 40 tahun, seingat saya kami hanya bersua sekali-dua. Kadang-kadang mengobrol kecil lewat telepon. Cuma itu. Kami sudah benar-benar beda sekolah dan pergaulan.

Baksos steril kucing itu menyatukan kembali. Terungkap bahwa ibu teman saya itu seorang cat rescuer. Di rumah yang tak bisa dibilang besar, mereka merawat lebih dari 20 ekor kucing yang terlantar di jalan, atau sudah tak diinginkan oleh pemilik terdahulu. Entah karena bosan, atau tak menyangka memelihara kucing berbulu panjang ternyata mahal juga. Awalnya kepingin karena si meong terlihat lucu dan cantik, tetapi ternyata rentan penyakit jika pakan dan kebersihannya tak diperhatikan. Belum lagi biaya vaksin, steril, dan vitamin ini-itu yang menguras isi kantong sehingga bikin garuk-garuk kepala.

Tina membantu ibunya merawat dan memelihara kucing-kucing itu. Tak semuanya selamat, banyak yang berakhir tragis, tetapi yang selamat dan berumur panjang lebih banyak lagi. Tina berasal dari keluarga sederhana, tetapi one way or another, selalu terbuka jalan bagi mereka untuk dapat membiayai makhluk-makhluk berbulu itu.

Benang merah antara saya dan Tina bukan kucing tetapi anjing. Tina sesungguhnya merupakan dog person. Keluarganya pernah merawat dua ekor anjing, seekor golden retriever diikuti oleh pit bull. Dirinya merasa punya ikatan yang begitu kuat dengan anjing-anjing itu. Jikalau para kucing adalah “milik” ibunya, the dogs belong to her.

Sayangnya, pengalamannya baru sebatas dua anjing itu karena ia disibukkan pula dengan kegiatan pemeliharaan kucing-kucing yang banyak itu, selain sehari-hari mengurus kemenakannya yang telah yatim, seakan-akan gadis cilik berusia sembilan tahun itu adalah putrinya sendiri. Sementara saya, yang memproklamasikan diri sebagai cat person, selalu memendam hasrat untuk suatu hari memelihara anjing.

JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *