Tingginya Stres Dalam Kehidupan Bisa Munculkan Rasa Lapar Yang Bahayakan Kesuburan

BERITA LIVE – Memilki kehidupan dengan tingkat stress yang tinggi selama ini dihubungkan dengan peningkatan berat badan pada wanita. Namun ternyata terhadap masalah lain yang terduga dan dapat muncul dari stres yang tinggi ini.

Sebuah penelitian terbaru menyebut bahwa kehidupan penuh stres ini bisa menentukan masa depan keluarganya. Dari sebuah penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan anatar stres kronis dengan fungsi rendah pada ovarium.

Efek buruk dari stres ini muncul karena adanya hormon bernama ghrelin yang memicu rasa lapar. Maka stres bisa memicu produksi ghrelin yang ketika jumlahnya besar dapat memunculkan nafsu makan dan mencederai fungsi reproduksi seseorang.

Stres merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan sebagian dari kita berurusan dengan hal itu secara efisien dan tanpa masalah kesehatan yang berarti.

Sominsky menyebut bahwa masalah kesuburan ini berhubungan dengan stres secara temporer dan efeknya dapat dibatalkan pada wanita muda yang sehat. Walau begitu, pada mereka yang sudah mengalami masalah kesehatan reproduksi ini, dampak kecil yang pada fungsi ovarium dapat mempengaruhi peluang dari waktu dari konsepsi tersebut.

Hormon ghrelin ini juga memainkan peran penting dalam membantu wanita menjaga kesehatan ovarium mereka. Peneliti dapat menemukan efek negatif dari stres kronik terhadap organ tubuh ini dengan menutup penerima ghrelin pada sbeuah percobaan yang dilakukan terhadap hewan.

Sominsky menyebut bahwa hal yang sama kemungkinan juga dapat terwujud pada manusia.

Temuan kami membantu menjelaskan peran unik ghrelin dalam hubungan yang rumit ini dan menjadi pijakan bagi kami untuk penelitian selanjutnya yang bisa membantu menukan cara mengatasi efek dari stres ini terhadap gungsi reproduktif.

Peneliti lain yang terlibat dalam riset ini, Sarah Spencer menyebut bahwa kebiasaan makan juga dapat membalikan efek dari stres pada kesuburan ini. Tim peneliti menekankan bahwa penelitian lain masih dibutuhkan untuk melihat dampak jangka panjang dari stres kronis terhadap kesuburan dan peran ghrelin dalam membatasi efeknya.

Maka dengan memilki pemahaman lebih baik terhdap peranan ghrelin ini, maka kita selangkah lebih dekat dalam megembangkan intervensi yang dapat menjaga bagian penting dari sistem reproduksi tubuh ini tetap sehat.

{CR}.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *