Tolong Janganlah Bawa Politik Ke Masjid


Berita Live– Jakarta
– Kabar pernyataan kontroversial soal politik berorientasi Pilpres 2019 muncul dari masjid. Ternyata politik praktis sudah dibawa ke tempat ibadah.

Pada Jumat (13/4/2018) Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Amien Rais berbicara soal Pilpres 2019 di Massjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Pernyataannya memuat isu partai setan dan partai Allah.

“Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? Untuk melawan hizbusy syaithan,” ujar Amien seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Dia berbicara dalam tausiah usai Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah. Kemudian dia menyatakan tahun 2019 adalah momen penentuan, semua pihak harus menghindarkan partai setan menang. Dia berbicara pula soal Gerakan Ganti Presiden 2019. Tentu saja yang diganti adalah petahana Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ini presiden yang ilmunya pas-pasan… Sehingga kemudian memang untuk merekonstruksi bangsa kita ini, harus mulai dari rekonstruksi pimpinannya,” kata Amien dalam tausiah itu.

Selepas itu, ada Anggota Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana yang melontarkan pernyataan ‘Presiden bikin rakyat miskin’ di forum yang sama, di Masjid Dzarratul Muthmainnah, Tangerang Selatan, Minggu (15/4/2018).

“Nah kalau Presiden buat kita miskin jangan pilih Presiden yang nggak bener. Maka ada gerakan 2019 ganti presiden, kalau tidak membuat rakyat sejahtera,” ucap Eggi kemarin.

Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin meminta masjid tidak digunakan untuk kegiatan politik. Meski begitu dia tak mengomentari pihak-pihak tertentu yang melakukan mobilisasi massa di masjid.

“Ya janganlah, politik jangan dibawa ke masjid,” kata Syafruddin dalam acara forum kewirausahaan pemuda Islam di Perpustakaan Nasional, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (15/4) kemarin.

Penggunaan tempat ibadah untuk kegiatan kampanye dilarang. Hal tersebut termaktub pada Pasal 68 ayat (1) poin j PKPU Nomor 4/2017 tentang kampanye Pilgub, Pilbup, dan Pilwalkot yang berbunyi.

Pasal 68

(1) Dalam kampanye dilarang:
j. menggunakan tempat ibadan dan tempat pendidikan.
(th)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *