Umi Turwi Lebih Memilih Ngungsi di Area Pembuangan Sampah,Takut Gubuknya Ambruk

Berita live – JSukabumi – Umi Turwi (82) warga RT 1 RW 04 Kampung Cikundul Hilir, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat ini terpaksa mengungsi di rumah seorang kenalannya yang tinggal di kawasan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA). Gubuk Umi yang nyaris rubuh menjadi alasannya mengungsi. Apalagi salah satu bagian rumahnya yang semi panggung itu sudah ambruk dan nyaris rata dengan tanah.

“Mau dibangun dari mana, duit hasil mulung cuma pas buat makan sehari-hari. Mau ngerepotin anak juga nggak mungkin mereka juga sama-sama susah,” kata Umi Turwi ketika disambangi detikcom di areal TPSA Cikundul, Rabu (13/9/2017) siang.

Kini Umi tinggal di area TPSA, bau menyengat dan lalat yang mengerubungi sudah menjadi hal biasa bagi Umi Turwi. Umi tak banyak mengeluh, di usianya yang tidak lagi muda, Umi juga tak mudah menyerah. Dia tetap mencari uang dengan menjadi pemulung.

“Amit-amit kalau harus minta-minta, selama masih ada tenaga ya saya kerjakan, yang penting aktivitasnya ada. Mulung plastik, mulung botol, udah dikumpulin minjem ke pengepul buat beli beras dan angeun (lauk),” lanjut dia.

Sambil berbincang, sesekali Umi Turwi menyeka keringat yang meleleh di jidatnya. Sambil terbatuk-batuk dia kembali menceritakan kondisi rumahnya itu.

“Tinggal di gubuk sudah 15 tahun, kondisi mau ambruknya baru 3 bulanan. Sudah ada yang motret-motret dari dulu juga tapi nggak ada yang kasih bantuan,” ucapnya.

Di belakang kediaman Umi Turwi tinggal anaknya yang kedua bernama Karsih, putrinya yang sudah berkeluarga. Hasil pernikahan dengan almarhum suaminya Umi memiliki empat anak yang sebagian sudah merantau ke Jawa Tengah. Sehari-harinya dia tinggal bersama Asep Sunandar, putra bungsunya.

Umi mengaku sengaja menolak meski dibujuk untuk tinggal bersama Karsih, dia mengaku tidak ingin merepotkan anak-anaknya.

“Karsih anaknya dua, untuk biaya sekolah saja sudah pas-pasan. Memang rumahnya lebih layak, saya juga sudah diminta tinggal di sana tapi saya tolak takut ngerepotin,” tuturnya lagi.

Pantauan Berita live kediaman Umi Turwi mirip porak poranda seperti rumah yang baru saja. Bagian dalamnya terlihat sudah miring ke kanan, bangunan ruang tengah sudah ambruk. Bahkan saat kejadian ada Asep Sunandar putra bungsu Umi yang tengah bersama istrinya tertimbun reruntuhan perabotan.

“Kebetulan saya dan istri di situ, sampai setengah badan kena bangunan yang ambruk. Perabotan juga rusak dan pecah. Tahun 2013 katanya mau direhab, tapi sampai sekarang enggak ada,” singkat Asep.
(th)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *