Wanita Tak Subur Lebih Rentan Mnegalami Risiko Peningkatan Kanker

BERITA LIVE – Masalah kesuburan merupakan salah satu hal yang menjadi ketakutan bagi pasangan yang sudah menikah namun tak kunjung memilki momogan. Namun ternyata ketidaksuburan ini juga diketahui dapat memicu munculnya sebuah penyakit lain.

Infertilitas atau ketidaksuburan ternyata dihubungkan dengan risiko berkembangnya kanker jenis tertentu. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serika, data yang di dapat dari 64 ribu wanita yang menjadi informan tersebut menunjukan bahwa wanita tak subur memilki risiko 18 persen lebih tinggi dibanding mereka yang subur.

Peneliti menyebut bahwa masalah kesuburan dapat memunculkan risiko lebih tinggi berkembangnya kanker di ovarlum, yterus, dan payudara. Tim peneliti juga menemukan bahwa terdapat peningkatan risiko pada kanker di pari – paru, tiroid, hati dan kanker empedu serta leukimia.

Secara keseluruhan, wanita yang tak subur memilki peluang dua persen berkembangnya berbagai kondisi tersebut. Temuan yang dipubikasikan di Jurnal Human Reproduction ini munculnya dari analisis pada klaim asuransi kesehatan di seluruh amerika serikat mengenai masalah tes dan penanganan kesuburan.

Michael Elsenberg, peneliti utama dan profesor dari stanford, mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1 dari 49 wanita yang memilki masalah ketidaksuburan punya peluang mengalami kanker. Sedangkan pada wanita yang tidak mengalami masalah kesuburan, hanya terdapat 1 dari 59 Wanita.

Peneliti menyebut bahwa melahirkan anak dapat memberi wanita perlindungan terhadap risiko kanker. Akan etapi, belum ditemukan hubungan lansung antara ketidak suburan dengan perkembangan kanker.

” Kami tidak mengetahui penyebab dari meningkatnya kanker yang kami peroleh di penelitian ini, akan tetapi mungkin hal ini disebabkan dari ketidaksuburan tersebut, penyeba ketidaksuburan, serta perawatan ketidaksuburan,” Jelas peneiti Gayathree murunggapan.

” Kami hanya dapat menunjukan bahwa terdapat hubungan di antara keduanya,” sambungnya.

Tim peneliti berharap bakal melakukan penelitian lain dengan jangka waktu panjang. Hal ini digunkaan untuk menentukan faktor apa yang memperngaruhi risiko jangka panjang dari perkembangan kanker pada wanita tidak subur.

{cr}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *