Perkiraan Kasus Kematian Di Malaysia Akibat KORONA Akan Meningkat Hingga 26.000 Pada September 2021

Kasus Kematian Di Malaysia Akibat KORONA Akan mencapai 26.000 Pada September

Berita Live– Pada Sebuah penelitian Di Kuala Lumpur telah menemukan bahwa jumlah kematian terkait KORONA di negara itu kemungkinan akan mencapai 26.000 kasus pada September berdasarkan lintasan saat ini, kata anggota Dewan Sains Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Prof Datuk Dr Adeeba Kamarulzaman.

Angka yang diperkirakan setidaknya sembilan kali lipat jumlah kumulatif kematian baru-baru ini dari 2.993 hingga saat ini.

Dia mengatakan penelitian ilmiah oleh Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan (IHME) Universitas Washington juga memperkirakan tingkat kematian harian akan mencapai 200 kasus pada akhir Agustus.

“Korona akan menjadi sebab kematian kedua diMalaysia setelah penyakit jantung,” kata pakar penyakit menular pada program Sinar Harian yang dibawakan oleh Jurnalis Nasional Tan Sri Johan Jaafar yang disiarkan langsung hari ini.

IHME dalam situs resmi menyatakan perkiraan memperhitungkan enam faktor perubahan kematian yang telah terjadi sejak awal wabah.

Ini termasuk jumlah kematian yang terkait langsung dengan infeksi Korona, peningkatan kematian karena keterlambatan perawatan kesehatan, peningkatan kematian karena peningkatan gangguan kesehatan mental dan penurunan jumlah kematian karena kasus cedera juga menurun karena pergerakan. pembatasan.

Selain itu, penurunan angka kematian juga karena berkurangnya penyebaran virus lain dan beberapa kondisi kronis seperti penyakit kardiovaskular yang terjadi pada individu lemah yang bisa berakibat fatal dengan kondisi tersebut, meninggal lebih awal akibat Korona.

Dr Adeeba, yang juga Ketua Yayasan AIDS Malaysia, menekankan bahwa memerangi Korona adalah tindakan yang perlu dilakukan oleh semua orang Malaysia dengan pembatasan pergerakan yang saat ini tengah diterapkan menjadi arena tempur yang sangat penting.

“Kita mesti melihat Perintah Pengendali Gerakan (PKP) untuk bisa mengambil kesimpulan membuat rencana strategis dan menata ulang. Membuat rencana yang benar-benar bisa dimajukan sambil menunggu implementasi vaksin secara penuh. Saya kira kita tidak mampu membayar PKP. 5.0 pula.

“Pimpinan juga harus bertanggung jawab untuk mengembalikan kepercayaan rakyat karena dalam arti kesehatan masyarakat, kepercayaan adalah mata uang kesehatan masyarakat… suka tidak suka, pemerintah perlu mendapatkan kembali kepercayaan yang diperoleh selama PKP sebelumnya,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *