Unik, Tarian Dalam Cuci Tangan Mewarnai HUT RS Sarah Ke-33

perawat-rumah-sakit-sarah-tribun_20170402_154351

BERITALIVE  – HUT ke-33, Rumas Sakit Sarah Medan, Jalan Baja Raya nomor 10 Medan Petisah, Minggu (2/4/2017), dibalut nuansa tarian cuci tangan. Penari-penari itu merupakan suster-suster cantik dan staf lainnya di RS tersebut.

General Affair RS, Olivia Tobing (42), hal itu dilakukan sebagai ajakan kepada warga RS Sarah.

Tujuannya, agar seluruh petugas di lingkungan RS memahami,betapa pentingnya budaya cuci tangan.

“Pentingnya budaya cuci tangan untuk mencegah penularan infeksi terkait pelayanan kesehatan,”ujar perempuan rambut gonjes ini.

Perempuan berkebaya biru ini menceritakan, lima moment penting yang selalu harus diingat dalam budaya cuci tangan. Mulai dari unit satpam, dokter, perawat, staf, sampai petugas dapur harus melepas semua atribut sampai pulang. Mereka tidak boleh lepas dari budaya cuci tangan.

Wanita bercincin ini memaparkan lima moment penting yang harus diterapkan setiap kru di RS Sarah.

Momentnya, sebelum kontak dengan pasien, sebelum melakukan tindakan asektif. Setelah kontak dengan pasien, setelah terkena cairan tubuh pasien. Kemudian, kontak dengan lingkungan di sekitar pasien.

Amatan wartawan, tarian cuci tangan itu dibawakan dengan cara berbeda oleh Juara 1, 2 dan tiga yang telah menyisihkan 21 tim yang,terlibat. Tim ‘Takentablu (Tampang keren tapi belagu) mereka terdiri dari Front Office, Security. Tim Cewek-Cewek Happy (perawat), tim Red Ladies berprsonel perawat dan staf lainnya.

Peserta tari menceritakan, Imelda Simanungkalit (25), menjelaskan pesan yang disampaikan kewat tari itu. “Kami menunjukkan bagimana budaya cara cuci tangan yang benar. Karena, itu suatu keharusan dilakukan dimana saja. Terlebih di RS,”sebut Bidan cantik ini.(rt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *